Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
  • PT PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B
blog-img-10

Posted by : Admin

Merehabilitasi ekosistem terumbu karang dengan FRM yang dipasang di Pulau Panjang, Kab. Jepara

Terumbu karang yang menggunakan teknik transplantasi terumbu karang dengan teknik bernama Framed Reef Modules (FRM). Metode FRM menggunakan frame yang terbuat dari besi silinder (reinforced steel bar) yang dilapisi dengan resin yang ditaburi pasir pantai (coarse beach sand) yang berfungsi sebagai substratum kasar untuk perekrutan karang. Ide program inovasi Penerapan Teknik Framed Reef Modules (FRM) pada Transplantasi Terumbu Karang dalam Rehabilitasi Ekosistem di Pulau Panjang muncul berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi bersama antara PLN UIK TJB dan Tim Pelaksana terkait efektifitas program rehabilitasi terumbu karang yang sudah dilaksanakan. Sebelumnya program rehabilitasi ekosistem terumbu karang tersebut menggunakan metode transplantasi terumbu karang dengan teknik Artifical Patch Reef (APR) berbentuk struktur candi. Namun berdasarkan evaluasi tekait efektifitas dan efeisiensi metode APR tersebut, disimpulkan bahwa diperlukan perbaikan teknik dalam transplantasi lamun. Berdasarkan hal tersebut kemudian muncul gagasan berupa penerapan Teknik Framed Reef Modules (FRM) berdasarkan studi literasi (Liu et al., 2024).

Sebelum pelaksanaan pemasangan FRM telah dilakukan survei pada 10 Juni 2024. Lokasi yang sesuai untuk penempatan FRM adalah di sisi Timur Pulau Panjang dengan pertimbangan kesesuain substrat dasar, dinamika perairan dan kejernihan air laut. Lokasi APR terletak pada posisi koordinat 6° 34’ 34,8” LS dan 110° 37’ 52,9” BT. Survei pemilihan lokasi dilakukan dengan mengggunakan peralatan selam SCUBA di perairan dangkal dengan kedalaman sekitar 2-33 meter. Substrat dasar yang dipilih adalah campuran pasir lanauan, di sekitar habitat lamun.

Setelah terumbu karang buatan (FRM) diturunkan, dilakukan transplantasi karang pada FRMyang sudah diturunkan di laut. Transplantasi dilakukan pada Metode FRM dilakukan dengan cara mengikat bibit karang yang telah diambil dari lokasi donor pada frame yang terbuat dari besi silinder (reinforced steel bar) yang dilapisi dengan resin yang ditaburi pasir pantai (coarse beach sand) yang berfungsi sebagai substratum kasar untuk perekrutan karang. Bibit karang kemudiaan diikatkan pada bagian perpotongan frame besi dengan kawat secara hati-hati. Setelah pengikatan selesai, frame besi yang telah terpasang bibit karang dimasukkan ke dalam air. Frame ditempatkan pada titik yang berdekatan dengan terumbu karang yang sudah ada (existing) guna mendukung regenerasi alami dan integrasi ekosistem.

Kegiatan monitoring dan evaluasi perkembangan luasan karang dilakukan secara rutin dan berkala melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan, serta dari civitas akademi yang tergabung dalam tergabung dalam Seacrest dan Forum Nelayan masyarakat sekitar Pulau Panjang yang terlibat aktif dalam proses monitoring dan pemeliharaan FRM.